MTI’s new office.. :D

Assalamu’alaikuuuuuuuuumm…
Sudah lamo kito ndak besuo..!! hehehe.. kangen nulis lagi..
Kali ini ada berita terbaru (ga baru2 juga sih, udah 2 minggu lah) dari tempat kerja. Tradaaaaa…. MTI punya kantor baru..!!! hehehe.. Seperti yang agan2 ketahui (lah, kok kecampuran bahasa kaskus..??!), saya bekerja di salah satu perusaahan yang bergerak di bidang automasi dan sistem kontrol, yang juga vendor dari sebuah produk PLC, yaitu PT Mitra Teknologi Indonesia (called MTI). Nah, kantor MTI yang semula berada di Ruko Graha Pejaten no 5G Jakarta Selatan sekarang pindah ke Ruko ….. (ruko apa ya, ga ada namanya je…belum kali :p), apalah itu namanya yang berada di Jalan Taruna no 18 Rawamangun Jakarta Timur. uwaaadddddoooheeeeeee ra ngadubilah.. (ini bukan bahasa arab lho :p). Untuk foto, menyusul..belum dapet angle yang bagus untuk diupload (emang belum dapat angel yang bagus apa emang ruko nya yang ga bagus, hahahahaha piss bosss…!!)

Berkenaan dengan tulisan sebelumnya, yaitu kontrakan baru bareng temen2 kuliah, maka dengan pindahnya kantor MTI ini, maka pindah pula tempat “ngoweh” ku..hehehe.. Kos ku sekarang berada di daerah Kayu Mas Selatan (alamat lengkap nya ga tau..belum tanya ke ibu kos..padahal mo pesen barang di k*skus, trus carane ngirim piye…?hahahaha..mboh lah..) Nah, kalo yang kos, ini udah ada fotonya.. Kira2 seperti ini lah tempat baruku.. cekidot gan.. :p

nah, sementara ini dulu ya..
ngantuuuk.. :(
nyuwun pamit..
monggo…

wassalam..

PAC 8000 Controller

- agak serius dikit ah, sekalian iklan gitu.. :D -

Kali ini kita akan coba bahas apa itu PAC 8000. Untuk perkenalan, sebelum berubah nama, dulu PAC 8000 dikenal dengan MTL Controller. Tapi setelah proses akuisisi MTL ke GEFanuc, maka ada perubahan nama di situ. Tapi tenang, apalah arti sebuah nama-nya Shakespeare berlaku di sini. Maksudnya hanya namanya aja yang berubah, hardware, software dan engineering nya ga ada yang berubah. Controller masih tetep dengan warna hitam elegant nya (kalo aku, item elekan, hahahaha..), modulnya masih setia dengan warna putih, dan carrier/backplane masih dengan warna ijo gitu. Penasaran..?? Oke deh, awak bagi tau gambarnya di bawah ini.

PAC 8000 controller

PAC 8000 controller

Itu tadi controller nya. Sekarang kita buka loker modul nya. Biar punya bayangan dulu nih..

Module yang udah di mount ke backplane/carrier

Module yang udah di mount ke backplane/carrier

Gambar di atas adalah modul yang udah di pasang ke carrier/backplane. Yang item2 di sebelah kiri otu railbus power supply. Apa itu, nanti akan dijelaskan pada kesempatan lain :D

Nah, kalo udah diaplikasikan di suatu plant, kurang lebih sistem konfigurasinya akan seperti di bawah ini.

Sistem arsitektur

Sistem arsitektur

Buat apaan sih PAC 8000 itu? Udah liat gambarnya tapi belum ngerti buat apaan..?! … continue reading this entry.

Kontrakan baru, semangat baru…!!

Woe….!!
Ketemu lagi nih dengan saya.. jangan bosan2 ya.. :D

Ada satu hal ini yang belum sempet aku critain..
Selama hampir 2 tahun kerja di jakarta ini kan aku numpang tidur di rumah Mas Dada ma Mbak Nien di daerah Alam Sutera.. (baca : perumahan di belakang alam sutera, a.k.a Graha Raya Bintaro, hehehe..)

Selama itu juga aku sering main ke kos temen2 Teknik Fisika UGM 03. Sebut saja namanya Juned dan Riza (nama sebenernya..hehehehe..). Mereka waktu itu kerja di daerah Fatmawati, sedangkan aku di Pejaten. Suatu saat, Juned ditawari rumah kontrakan oleh bapak kost nya. O iya, sebelumnya Arya juga telah diterima kerja di PPS. tambah deh satu lagi personel Fistek di jakarta selatan.

Iseng2 kita liat tuh rumah kontrakan. Not so bad lah.. Dan dengan keputusan yang sangat cepat, mengingat banyak temen2 fistek yang kerja di jakarta, dan ditambah kita butuh basecamp, maka kita langsung mencoba menghubungi personel2 yang kira2 bersedia untuk hidup seatap (halah, kata2ne tetep durung berubah..!!).

Dengan harga rumah yang ditawarkan 1,3jt/bulan, maka paling ga butuh 5 orang untuk ngisi rumah ini. Akhirnya dengan cekatan didapatkan 5 personel tersebut, yaitu aku, Riza, Juned, Arya dan Ronald.

Dan kelima orang itu pun segera berkemas dari kost masing2 untuk segera mobilisasi ke basecamp yang baru. O iya, waktu itu lagi puasa lho..sungguh melelahkan, tapi tetep seneng :D

Basecamp itupun aku sebut dengan Pandawa Lima + (belum resmi sih, cuma pengenku aja :p). Kenapa kok ada “+” di akhiran nya? Ini cerita nya. … continue reading this entry.

Project Scenario part 2 (end)

Hai…!!
Saia upin, dan ini adik saya ipin..
Haaa…betul..betul..betul..

lah, kok malah iklan.. (pas mo nulis liat crita si kembar dari negeri sebrang itu.. :D )

Okay..okay..Langsung saja..
Kembali ke laptop..!!

Setelah kita tau bagaimana proses untuk mendapatkan satu project, sekarang kita akan masuk ke tahapan pengerjaan project.

Harap diingat lagi, di sini masih diasumsikan bahwa project ini adalah Integrated Control and Safety System. Jadi vendor yang dimaksud di sini adalah vendor DCS.

Nah, setelah main con membayar sesuai dengan term yang telah ditentukan di invoice, maka vendor akan membuat system cabinet dan software engineering berdasarkan dokumen dari main con. Seperti pas kita SD dulu, kalo kita punya PR kan pasti diperiksa ma Bu Guru ya..Ga jauh beda dengan project juga.

Hardware dan software yang sudah dibuat akan dites oleh main con. Pengetesan ini ada 2 tahap, yaitu Factory Acceptance Test (FAT) dan Site Acceptance Test (SAT).

Sesuai dengan artinya, test pertama (FAT) akan dilakukan di workshop dimana panel dibuat. Hal ini dilakukan sebagai konfirmasi bahwa panel siap untuk dikirim. Jika panel sudah benar2 sesuai dengan yang diinginkan main con, atau tidak ada lagi punchlist (biasa disebut PR, buku dosa dll, sesuai dengan adat dan kebiasaan yang berlaku di daerah masing2, hehehe..) maka panel akan dikirim ke lokasi plant.
Satu hal yang paling aku sukai pas FAT…. tradaaaaaaaaaaaaaa…ada banyak makanan enak di kantor..cihuuuuuuuuuuyy..!! hehehe..

Nah, kalo dah selese FAT, maka panel akan dikirim ke site. Ada satu prosedur penting yang harus diperhatikan saat mo ngirim panel, yaitu PACKAGING..!! Bukannya ga percaya dengan jasa pengirimannya, tapi kan alangkah jauh lebih baik kalo kita buat prosedur packaging nya sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Biar ga rusak gitu maksudnya..
… continue reading this entry.

Project Scenario part 1

Nah, kesempatan ini saya akan mencoba untuk share ke temen2 yang kebetulan punya background dan ketertarikan yang sama dengan saya. Bagi yang udah kenal saya mungkin tau gimana saya mencari sesuap nasi selama hampir 2 tahun ini (cieeeeeee…masih dengan kata2 yang berlebihan). Ya, saya mencari pengalaman di perusahaan yang bergerak di bidang automation and system integrator.

Selama hampir 2 tahun ini, saya mendapat satu pengalaman yang sama sekali ga pernah saya bayangkan sebelumnya, yaitu bagaimana caranya memenangkan suatu project. Tapi pada kesempatan ini, terlebih dulu saya ingin menuliskan skenario yang umum digunakan di dalam satu project.

Go to the point.
Semisal ada project untuk membuat suatu power plant. Kita sebut saja yang punya itu PT. PLX (bukan nama sebenarnya, hahahaha..). Nah, PT. PLX akan mengadakan suatu tender yang akan diikuti oleh beberapa Main Contractor, sebut saja Utak-Atik Engineering, three-putra, dan IKaPeT (ketiganya juga bukan nama sebenarnya, hehehe..).

Masing2 dari maincon itu tentunya punya technical proposal sendiri2. Isinya apa aja..?? Detilnya aku juga ga tau..hehehehe.. tapi salah satunya pasti design control system nya.

Nah, ini bagian terpenting dari cerita ini ^_^ … continue reading this entry.

« Older entries